Ironi Negeriku : TKI Dipancung
Sekarang dimana- mana marak sekali berita tentang Alm. Ibu Ruyati Binti Satubi (54 tahun) yang dihukum pancung oleh pemerintah Arab Saudi. Hari ini, Bapak Patrialis Akbar sedang bicara di TV. Beliau bilang pemerintah Indonesia akan memberikan perlindungan hukum kepada para 23 TKI yang terancam hukuman mati.
Yang ada di pikiran ku adalah “apa tidak terlambat?”
Kejadian- kejadian miris yang terjadi pada para TKI sudah sering terjadi, bahkan berulang- ulang. Pemerintah sampai sekarang masih tidak mengeluarkan kebijakan yang mampu menjadi solusi bagi permasalahan ini. Sebenarnya saya mengerti, membuat kebijakan itu tidak mudah, terutama kebijakan yang menyangkut kepentingan orang banyak. Tapi, mengapa selama ini? Bukankah seharusnya “belajar dari pengalaman” itu bisa jadi referensi bagi beliau- beliau, pejabat legislatif?
Saya percaya mereka itu lebih pintar kok, mereka lebih tahu persis apa yang harus dilakukan. amatir seperti saya ini mana mengerti politik? Hehe. Tapi saya hanya memberikan pandangan amatir saya terhadap masalah ini. Ada beberapa pertanyaan yang muncul di benak saya :
1. Apa masih bijak mengirimkan TKI ke Negara- Negara yang (dianggap) bersikap kurang baik terhadap TKI?
2. Apa masih tidak bisa menciptakan lapangan kerja di Negara sendiri? Jadi tidak usah ada TKI lagi
3. Apa devisa yang didapat dari TKI itu benar- benar terpakai? Dalam arti, benar- benar dipergunakan dengan seharusnya dan disalurkan dengan tepat ke lahan- lahan yang diperlukan.
4. Apa yang dikerjakan kedutaan besar Indonesia di Negara- Negara sana?
Maaf ya bapak- bapak, ibu- ibu legislative, no offense loh! Bukan saya ga percaya sama kalian, tapi dengan keadaan yang seperti ini, saya berharap kalian berfikir lebih keras lagi.
Bagaimana kalau kalian yang di pancung?
Bagaimana? Bayangkan, kalian yang akan di pancung … apa perasaan kalian bila tidak ada yang menolong?
Apa perasaan kalian bila tidak ada satupun yang bisa dimintai tolong?
Saya hanya bicara atas nama kemanusiaan.
Saya mohon, 23 TKI menunggu untuk diselamatkan.